Rabu, 06 Januari 2010

diantara ketidak tahuanmu, tentang yang tak ingin diketahuimu

Untukmu.
Yang tak pernah tahu apa yang sedang berkecamuk di kepalaku.

Coba diam sejenak dan dengarkan suara jantungku. Ia berdetak lebih cepat saat aku disampingmu. Sangat kencang, aku takut semua orang akan mendengar. Betapa memalukannya jika itu terjadi. Kau bisa membayangkan orang-orang dengan usilnya akan bertanya: “apakah itu suara jantungmu?” atau “kenapa jantungmu berdetak sangat keras saat disampingnya”.

Kemarilah, mendekat padaku. Akan kuperdengarkan suaranya hanya padamu. Jangan kaget kalau kau mendengar ada namamu berkali-kali bergema disitu. Maafkan kelancangannya. Waktu kau pertama memperkenalkan diri, otakku tak dapat menangkap namamu. Ia langsung jatuh ke hati. Memental ke dinding-dindingnya, lalu tak berhenti berdengung sejak saat itu.

Tapi untuk sementara ini, biar aku menikmatimu dari balik puisi dan imajinasi. Karena aku tak kan pernah berani.

Mungkin kau tahu. Mungkin juga tidak. Lelaki tak pernah peka masalah hati wanita. Dan aku memuaskan diri dengan anggapan bahwa mungkin kau baca segala rasaku.

Namun yang tak pernah kau tahu adalah:
Ya, aku menyukaimu.
Kamu, yang mencintai wanita itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar